Badan prima dan tetap bugar selama berpuasa tentu menjadi dambaan semua umat muslim di bulan Ramadhan ini. Serangan kantuk dan lemas di jam-jam rawan biasanya mulai melanda sekitar pukul 2 atau 3 sore. Mata terasa berat, konsentrasi mulai menipis, dan bayang-bayang takjil mulai menari-nari di pelupuk mata.
Puasa Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan untuk reset tubuh dan pikiran. Banyak orang khawatir akan kehilangan energi saat berpuasa atau bertambah berat badan karena berbuka dengan berlebihan. Jangan mengkambinghitamkan puasa sebagai alasan penurunan standar produktivitas atau kesehatan kita. Justru kita jadikan Ramadhan sebagai momen detoksifikasi alami bagi tubuh, dengan catatan dilakukan dengan cara yang tepat.
Satu pertanyaan bagus,
“Bagaimana cara agar tubuh tetap ‘on fire’ , pikiran tetap jernih, dan ibadah tetap lancar tanpa gangguan fisik?”
Ingin tahu jawaban dari pertanyaan diatas? Lanjut baca yuk…
Anti Lemas Club
Nah berikut adalah 5 tips atau strategi jitu menjaga kebugaran tubuh selama berpuasa yang bisa dipraktikkan di rumah.
Rumus Hidrasi 2-4-2
Dehidrasi adalah musuh utama kebugaran. Seperti kita tau bahwa tubuh kita itu sebagian besar terdiri dari cairan. Rasa lemas, pusing, dan kulit kering merupakan tanda tubuh kekurangan cairan. Disini diperlukan management cairan yang tepat untuk mengatasi itu.
Gunakan rumus klasik dan ampuh: 2-4-2
- 2 gelas saat berbuka –> asumsi 1 gelas untuk membatalkan puasa, 1 gelas setelah sholat maghrib.
- 4 gelas di malam hari –> cicil minum air putih diantara waktu setelah sholat Isya, di sela-sela taraweh, hingga sebelum tidur.
- 2 gelas saat sahur –> asumsi 1 gelas saat bangun tidur dan 1 gelas jelang imsak.
Bagi penggemar kopi dan teh, sebaiknya konsumsi kopi atau teh saat sahur dikurangin saja. Sifat diuretiknya akan buat kita sering buang air kecil dan cepat haus.
Kendalikan lapar mata saat berbuka
Tradisi medis Rasullulah SAW saat berbuka puasa adalah dengan kurma dan air hangat. Kurma kaya akan glukosa alami untuk gula darah stabil. Jangan buat perut kita shock karena dihajar konsumsi makanan berat dan berminyak. Sistem pencernaan akan bekerja terlalu keras, darah terkonsentrasi di perut untuk mencerna makanan dan suplai oksigen ke otak berkurang.
Setelah berbuka dengan yang manis alami, beri jeda sejenak sebelum menyantap hidangan utama. Makan secukupnya, dengan porsi ideal: seperempat karbo, setengah piring sayur, dan seperempat protein.
Jangan Skip Sahur
Fokuskan makan sahur pada karbohidrat kompleks dan protein. Contoh karbohidrat kompleks adalah oatmeal, roti gandum, beras merah, atau ubi kukus. Makanan ini dicerna tubuh lebih lambat sehingga pelepasan energinya stabil dan tahan lama. Jangan lupakan protein dan serat yang didapat dari telur rebus, tahu tempe dan sayuran.
Untuk ide makan sahur bisa dilihat disini . Tambah air putih minimal 2 gelas untuk hidrasi awal. Tambahkan juga buah-buahan jika ada.
Olahraga Ringan
Waktu terbaik berolahraga adalah 30-60 menit sebelum berbuka (ngabuburit sehat) atau setelah sholat Tarawih. Pilih olahraga intensitas ringan hingga sedang. Jalan kaki cepat (brisk walking), bersepeda santai, yoga, atau latihan beban tubuh ringan (bodyweight workout) sudah cukup untuk memacu endorfin dan menjaga sirkulasi darah.
Tubuh yang aktif bergerak justru akan terasa lebih segar dibandingkan tubuh yang dipakai rebahan seharian. Jalan kaki santai mengelilingi kompleks sambil ngabuburit menjadi jagoan olahraga favorit selama bulan Ramadhan.
Kurangi Begadang
Pola tidur pasti berubah saat Ramadan. Kurang begadang karena kita harus bangun lebih awal untuk sahur. Namun, jangan jadikan ini alasan untuk begadang di malam hari. Kurang tidur akan mengacaukan hormon pengatur nafsu makan (ghrelin dan leptin), membuat Anda lebih mudah lapar dan craving makanan manis.
Usahakan tidur lebih awal setelah Tarawih. Jika memungkinkan, lakukan power nap (tidur siang singkat) selama 20-30 menit di siang hari (qailulah). Cukup 20 menit saja untuk me-reset otak, jangan bablas sampai 2 jam yang justru bikin kepala pening saat bangun.
Menuju Gaya Hidup Sehat
Puasa itu buat program diet yang ekstrim tapi melatih gaya hidup yang berkelanjutan. Dengan 5 tips ini tubuh tidak hanya bertahan tapi juga berkembang. Bayangkan betapa nikmatnya merayakan Lebaran nanti dengan tubuh yang lebih bugar, kulit yang lebih cerah karena detoks, dan jiwa yang tenang.
Selamat menjalankan ibadah puasa dengan penuh semangat!
((Challenge Menulis IIDN)